"Tidak ada negara yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri," kata Sanchez.
"Saat ini, membela akal sehat telah menjadi bentuk pemberontakan," ujarnya, seraya menyesalkan adanya 'pandemi egoisme' yang sedang berlangsung.
Baca Juga:
Soal Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, WHO Buka Suara Singgung Risiko Muncul Kasus Baru
Sidang Majelis Kesehatan Dunia 2026 sendiri berlangsung di tengah situasi sulit yang dihadapi WHO. Termasuk dampak pemotongan dana besar-besaran dan pengumuman penarikan diri Amerika Serikat dari organisasi tersebut.
Menteri Kesehatan Swiss Elisabeth Baume-Schneider mengatakan anggaran WHO telah dipangkas signifikan.
"Anggaran WHO telah dikurangi sekitar 21 persen, atau hampir US$1 miliar (sekitar Rp 17 triliun). Ratusan pekerjaan telah dihilangkan, program-program telah dikurangi," katanya.
Baca Juga:
Mewabah di Afrika, Begini Tingkat Kematian Virus Marburg
"WHO harus, dan mampu, menjalani reformasi mendalam di tengah keadaan darurat."
Dunia Masih Membutuhkan WHO
Sementara itu, Direktur Pusat Kesehatan Global Geneva Graduate Institute, Suerie Moon, menyebut wabah hantavirus menjadi bukti dunia masih membutuhkan WHO yang kuat.