"Krisis hantavirus memberikan ilustrasi yang jelas mengapa dunia membutuhkan WHO yang efektif, tepercaya, tidak memihak, dan didanai secara andal," katanya.
Selain membahas wabah penyakit, sidang tahunan WHO juga diwarnai sejumlah isu sensitif, mulai dari status Taiwan hingga negosiasi perjanjian pandemi global.
Baca Juga:
Waspada Virus Ebola: Ini Daftar Negara Berlakukan Larangan Perjalanan
Negara-negara anggota WHO disebut masih belum mencapai kesepakatan terkait mekanisme pembagian akses patogen dan distribusi vaksin, tes, serta pengobatan saat pandemi. Di sisi lain, status penarikan Amerika Serikat dan Argentina dari WHO juga belum jelas.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengajukan pemberitahuan penarikan AS dari WHO pada Januari 2025. Argentina kemudian mengikuti langkah serupa.
Namun, WHO hingga kini belum mengonfirmasi penarikan tersebut karena masih ada kewajiban keuangan yang belum dipenuhi Amerika Serikat.
Baca Juga:
Kasus Ebola di Afrika Mengganas, WHO Buka Suara Soal Risiko Pandemi
Presiden Ghana John Dramani Mahama mengatakan dunia kini sedang berada di titik perubahan besar dalam sistem kesehatan global.
"Enam tahun setelah pandemi global terakhir, COVID-19, arsitektur kesehatan dunia berubah dengan cepat," tuturnya.
"Kita menyaksikan akhir dari sebuah era. Kita harus berani membangun era berikutnya."