Perusahaan menegaskan bahwa insiden tersebut bukan merupakan konflik antara perusahaan dan masyarakat sekitar.
Menurut pihak perusahaan, serangan itu diduga berkaitan dengan sengketa penjualan lahan hak guna usaha milik perusahaan.
Baca Juga:
Kajari Sergai Ditangkap Kejagung, Kejati Sumut Gerak Cepat Tunjuk Bani Ginting Jadi Plh
"Kami menduga penyerangan dilakukan oleh kelompok preman bayaran yang berkaitan dengan sengketa penjualan lahan HGU perusahaan," ungkapnya.
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan proses penyelidikan dan penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap para pelaku yang terlibat.
Kasatreskrim Polres Inhu Iptu Adlin mengatakan penyidik saat ini masih memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai alat bukti dari lokasi kejadian.
Baca Juga:
Gara-gara Tumbler “Tank Day”, Starbucks Korea Diboikot hingga Tutup 2 Ribu Gerai
"Kami masih melakukan penyelidikan dan penyidikan, pemeriksaan saksi-saksi untuk menentukan siapa para pelaku," kata Adlin kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Selasa (02/06/2026).
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.