“Konten yang disebar diunduh dari internet,” ujarnya.
Rizky juga mengungkapkan bahwa operasional ini melibatkan warga negara asing asal China yang diduga menjadi pengendali utama.
Baca Juga:
Mendag Bongkar Alasan SPKLU Harus Diawasi Ketat, Konsumen Bisa Rugi Tanpa Sadar
“Kami sudah menghubungi Hubinter untuk berkomunikasi dengan interpol terkait warga negara China tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan para karyawan menggunakan profil palsu dengan identitas dan foto yang tidak sesuai dengan diri mereka.
“Para karyawan ini mengaku sebagai pemeran dalam foto atau video yang dikirimkan, dan di situlah letak penipuannya,” ujar Rizky.
Baca Juga:
Lansia RI Tembus 11,97 Persen, Generasi Produktif Mulai Dikepung Beban Ganda
Ia menambahkan korban yang disasar umumnya berusia di atas 40 tahun di negara-negara target.
“Pasarnya memang usia 40 tahun ke atas di Amerika, Inggris, Kanada, dan Australia,” katanya.
Dalam operasionalnya, setiap karyawan diberikan email, ID aplikasi, dan kode OTP yang disiapkan oleh perusahaan klien dari China.