“Begitu masuk aplikasi, mereka langsung masuk ke chat room secara acak dan berganti-ganti setiap shift,” kata Rizky.
Rizky menyebut keuntungan dari praktik ilegal ini mencapai puluhan miliar rupiah setiap bulan.
Baca Juga:
Swadaya, Warga Huta Rakyat Dairi Gotong Royong Perbaiki Longsor
Setiap shift ditargetkan memperoleh 2.000 koin per karyawan, dan hasilnya ditampung oleh pemilik aplikasi asal China bernama Zang Chi.
Selain di Sleman, PT Altair Trans Services juga diketahui memiliki kantor cabang di Lampung dengan modus operandi serupa.
“Ada cabang di Lampung dan kami sudah berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk penindakan lanjutan,” ujar Rizky.
Baca Juga:
Remaja 15 Tahun Jadi Korban Kekerasan Seksual di Sampang, Pelakunya 27 Pria
Ia menyebut jumlah karyawan di cabang Lampung juga mencapai ratusan orang dengan skema kerja yang hampir sama.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.