Kasus paling banyak terjadi pada 2019 sejumlah 2.743.858 dengan total pembiayaan mencapai Rp4,12 triliun. Jumlah klaim BPJS Kesehatan untuk penyakit kanker menurun ke 2.553.033 kasus pada tahun berikutnya, diikuti penurunan biaya menjadi Rp3,58 triliun.
Namun, kasus kanker naik tipis ke 2.595.520 pada 2021. Meski mengalami kenaikan kasus, jumlah dana yang dikeluarkan BPJS Kesehatan malah turun sedikit ke Rp3,5 triliun.
Baca Juga:
Pemprov Sulbar Tanggung Iuran BPJS Kesehatan 34.446 Warga Tidak Mampu
Konglomerat Pakai BPJS Kesehatan, Memang Salah?
3. Stroke
Stroke menempati urutan ketiga penyakit paling banyak menguras isi kantongBPJS Kesehatan.Rinciannya adalah 12,63 persen dengan total biaya Rp7,75 triliun. Mirip dengan kanker, kasus penyakit stroke sempat turun pada 2020 sebelum naik kembali di tahun berikutnya.
Baca Juga:
Layanan BPJS Kesehatan Dipastikan Tidak Libur Selama Lebaran 2025
Pada 2019, BPJS Kesehatan menggelontorkan Rp2,99 triliun untuk membiayai pengobatan 2.354.392 kasus stroke. Biaya tersebut turun ke Rp2,59 triliun untuk 1.030.623 kasus pada tahun berikutnya.
Kenaikan kasus stroke kemudian terjadi pada 2021 mencapai 1.992.014. Meski begitu, biaya yang dikeluarkan BPJS Kesehatan hanya Rp2,16 triliun atau lebih rendah dari dua tahun sebelumnya.
4. Gagal Ginjal