Menurutnya, langkah mitigasi harus dilakukan secara terpadu antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator kereta api, hingga aparat terkait demi meminimalkan potensi kecelakaan.
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pembangunan fasilitas keselamatan di sejumlah titik perlintasan sebidang.
Baca Juga:
Ini Kronologis Pejalan Kaki Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Sunggal Medan Sumatera Utara
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa anggaran yang tersedia saat ini belum mampu menjawab seluruh kebutuhan penanganan keselamatan kereta api secara nasional.
“Apakah Rp4 triliun itu menyelesaikan masalah? Belum. Masih sangat jauh. Ada ribuan titik perlintasan sebidang yang belum dibangun,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Lebih lanjut, Lasarus menilai pembenahan keselamatan perkeretaapian tidak bisa dilakukan secara parsial.
Baca Juga:
Kecelakaan Kereta Api di Bintang Terang Pengemudi Dan Penumpang Meninggal Dunia
Evaluasi harus mencakup sistem operasional perjalanan kereta, kualitas infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, hingga proses investigasi kecelakaan agar akar persoalan dapat diketahui secara jelas.
Menurutnya, setiap insiden kecelakaan harus menjadi momentum evaluasi besar untuk memperbaiki tata kelola keselamatan transportasi nasional.
Dengan demikian, upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.