Namun, DPR menemukan indikasi adanya hotel yang lokasinya mencapai 13 kilometer dari pusat layanan.
“Ini temuan yang harus kami cek langsung. Jangan sampai jemaah dirugikan,” katanya.
Baca Juga:
Bolehkah Makan Buah di Malam Hari? Simak Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Tak hanya sektor pemondokan, pengawasan juga akan dilakukan terhadap kualitas layanan konsumsi bagi jemaah Indonesia.
Komisi VIII DPR RI menilai katering dengan cita rasa khas Indonesia sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan kondisi kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Katering rasa Indonesia juga harus kita awasi benar,” ujarnya.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Hadiri Pelantikan Ketua dan Pengurus PWI Kota Jambi Masa Bakti 2026-2029
Fokus pengawasan berikutnya adalah kesiapan layanan Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yang selama ini menjadi titik paling krusial dalam pelaksanaan ibadah haji.
DPR menerima laporan bahwa masih terdapat syarikah yang belum menyelesaikan persiapan tenda di Arafah.
Berdasarkan informasi yang diterima Timwas, progres kesiapan tenda disebut baru mencapai sekitar 48 persen.