Namun, DPR menemukan indikasi adanya hotel yang lokasinya mencapai 13 kilometer dari pusat layanan.
“Ini temuan yang harus kami cek langsung. Jangan sampai jemaah dirugikan,” katanya.
Baca Juga:
Aprozi Alam: Keselamatan Jemaah Haji Jadi Prioritas Utama DPR RI
Tak hanya sektor pemondokan, pengawasan juga akan dilakukan terhadap kualitas layanan konsumsi bagi jemaah Indonesia.
Komisi VIII DPR RI menilai katering dengan cita rasa khas Indonesia sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan kondisi kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Katering rasa Indonesia juga harus kita awasi benar,” ujarnya.
Baca Juga:
Komisi III DPR Apresiasi Kemajuan MA dan KY, Soroti Transparansi Layanan Peradilan
Fokus pengawasan berikutnya adalah kesiapan layanan Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yang selama ini menjadi titik paling krusial dalam pelaksanaan ibadah haji.
DPR menerima laporan bahwa masih terdapat syarikah yang belum menyelesaikan persiapan tenda di Arafah.
Berdasarkan informasi yang diterima Timwas, progres kesiapan tenda disebut baru mencapai sekitar 48 persen.