Sementara pihak pemerintah melalui Kementerian Haji mengklaim persiapannya sudah mencapai 75 persen.
“Nah ini yang perlu kami cek langsung. Jangan sampai jamaah sudah bergeser ke Arafah ternyata tendanya belum siap,” kata Abdul Wachid.
Baca Juga:
Aprozi Alam: Keselamatan Jemaah Haji Jadi Prioritas Utama DPR RI
Komisi VIII DPR RI juga memberikan perhatian khusus terhadap program Tanazul yang dinilai penting untuk mengurangi kepadatan jemaah di Mina. Sesuai hasil kesepakatan Panja Haji DPR RI, target pelaksanaan Tanazul tahun ini mencapai 50 ribu jemaah.
Program tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan di tenda Mina yang pada tahun sebelumnya sempat mengalami overload. Banyak jemaah dilaporkan harus tidur berhimpitan bahkan berada di luar tenda akibat keterbatasan ruang.
“Kalau 21 ribu jamaah di Mina, menurut laporan yang kami terima, satu orang hanya mendapat ruang sekitar 0,70 meter. Itu praktis hanya cukup untuk jongkok,” ujarnya.
Baca Juga:
Komisi III DPR Apresiasi Kemajuan MA dan KY, Soroti Transparansi Layanan Peradilan
Karena itu, DPR meminta program Tanazul dijalankan secara optimal, termasuk memastikan hotel transit jemaah berada di lokasi strategis seperti wilayah Syisyah dan Raudhah di Makkah yang dekat dengan Jamarat Aqabah untuk pelaksanaan lempar jumrah.
“Tujuannya supaya jemaah lebih nyaman dan tidak overload di tenda,” katanya.
Dalam rapat tersebut, Abdul Wachid juga mengungkap adanya laporan dugaan pungutan liar terhadap jemaah lansia.