WAHANANEWS.CO, Jakarta - Banjir melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada akhir pekan, menyusul hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur beberapa daerah.
Di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, genangan air dilaporkan merendam sejumlah dusun di Desa Sekotong Batang dan Desa Batu Putih pada Minggu (22/2/2026).
Baca Juga:
Hujan Lebat Masih Membayangi Jabodetabek Hari Ini, BMKG Keluarkan Peringatan Waspada
Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat diterima sekitar pukul 14.00 Wita.
Kondisi banjir yang merendam rumah warga di wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Minggu (22/22026). [Sumber foto dan video: BPBD Kabupaten Lombok Barat]
Sebanyak 182 kepala keluarga (KK) atau 708 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut. Tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Baca Juga:
BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem yang Makin Sering Terjadi
Hingga Minggu petang, petugas masih melakukan pendataan serta bersiaga di lapangan guna mengantisipasi potensi dampak susulan.
Sementara itu, tinggi muka air dilaporkan mulai berangsur surut.
Kondisi banjir yang merendam rumah warga di wilayah Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Minggu (22/22026). [Sumber foto dan video: BPBD Kabupaten Lombok Barat]
Sehari sebelumnya, Sabtu (21/2/2026), banjir juga melanda tujuh desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bima, masih di provinsi yang sama.
Sebanyak 241 KK atau 845 jiwa terdampak, dan satu keluarga terpaksa mengungsi sementara.
Banjir melanda rumah warga pada tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat sejak Sabtu (21/2/2026). [Sumber foto dan video: BPBD Kabupaten Bima]
BPBD Kabupaten Bima mencatat adanya kerugian material, antara lain satu unit rumah rusak berat, dua fasilitas pendidikan terdampak, serta masing-masing satu unit tempat ibadah, kantor desa, dan pasar mengalami kerusakan.
Pada Minggu malam, genangan air di Desa Labuhan Kenangan, Kecamatan Tambora, tercatat setinggi 10 hingga 70 sentimeter.
Sementara banjir di Desa Kawinda Na’e, Rasabou, dan Oi Panihi dilaporkan mulai surut.
Banjir melanda rumah warga pada tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat sejak Sabtu (21/2/2026). [Sumber foto dan video: BPBD Kabupaten Bima]
Di wilayah lain, cuaca ekstrem juga menerjang Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Hujan lebat disertai angin kencang melanda Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas.
Cuaca ekstrem merusak rumah warga di wilayah Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Minggu (22/2/2026). [Sumber foto dan video: BPBD Kabupaten Banyumas]
Sebanyak delapan KK atau 31 jiwa terdampak, sementara satu KK yang terdiri atas lima jiwa mengungsi ke rumah kerabat.
Kerusakan tercatat meliputi delapan rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan enam rusak ringan.
Petugas BPBD setempat telah melakukan pembersihan pohon dan ranting yang tumbang akibat angin kencang.
Cuaca ekstrem mengakibatkan pohon tumbang dan merusak rumah warga di wilayah Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Minggu (22/2/2026). [Sumber foto dan video: BPBD Kabupaten Banyumas]
Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi.
Peringatan dini cuaca di Nusa Tenggara Barat pada Senin (23/2/2026) pukul 09.50 Wita menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang mulai pukul 10.00 Wita.
Potensi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Kota Mataram.
BNPB juga mendorong masyarakat melakukan langkah antisipatif, termasuk memperkuat kesiapsiagaan keluarga dan memanfaatkan jejaring komunikasi seperti grup pesan singkat serta radio komunikasi yang dikelola BPBD bersama aparat kecamatan dan desa guna mempercepat penyampaian informasi peringatan dini.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]