Kehadiran peserta dan pengunjung akan menciptakan perputaran ekonomi yang mampu menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari pelaku UMKM, industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B), hingga penjualan produk kerajinan dan suvenir khas daerah.
“Multiplier effect-nya luar biasa. Pertama mendatangkan wisatawan, yang kedua dengan datangnya wisatawan berdampak bagi UMKM, food and beverage, mungkin bahkan suvenir dan seterusnya. Itu akan menjadi daya tarik dan menambah nilai yang luar biasa. Saya rasa itu jadi satu kegiatan yang bisa diadakan mungkin setiap tiga bulan,” terangnya.
Baca Juga:
Komisi VII DPR Dukung Tambahan Anggaran Kemenperin untuk Penguatan Standardisasi Industri
Ia pun mengusulkan agar kegiatan Fun Run di IKN dapat diselenggarakan secara rutin, misalnya setiap tiga bulan sekali.
Dengan agenda yang berkesinambungan, IKN dinilai berpeluang membangun citra sebagai destinasi olahraga dan kebugaran yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Lebih jauh, Rahayu Saraswati berharap keberadaan IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia, tetapi juga menjadi gerbang bagi wisatawan untuk mengeksplorasi berbagai destinasi unggulan di Kalimantan Timur.
Baca Juga:
Saleh Daulay Ajak Masyarakat Jadikan Nobar Piala Dunia sebagai Ajang Ukhuwah dan Pemberdayaan Ekonomi
Menurutnya, pengembangan desa wisata, kekayaan budaya lokal, hingga potensi alam di sekitar IKN perlu diintegrasikan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Kalau misalkan IKN ini bisa menjadi pemantik untuk membawa para wisatawan keliling ke daerah-daerah sekitar, itu menjadi insentif untuk desa-desa di sekitar IKN mengembangkan wisatanya masing-masing. Banyak hal yang saya rasa bisa dikembangkan untuk kembali lagi menghadirkan multiplier effect,” pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.