Dengan demikian, peningkatan kapasitas PLTS diharapkan dapat memperbesar kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional sekaligus mendukung agenda transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
“Itu kan merupakan salah satu langkah bagaimana kita mengoptimalkan sumber daya matahari kita menjadi energi dan itu sudah dirasionalkan, sudah dimasukkan di dalam RUPTL,” ujar Patijaya dikutip dari situs resmi DPR RI, Selasa (18/08/2026).
Baca Juga:
Komisi XII DPR Optimistis Target Lifting Minyak dan Gas 2027 Bisa Tercapai
Bambang menjelaskan, terdapat peningkatan yang cukup signifikan dalam target pembangunan PLTS yang tercantum dalam RUPTL terbaru.
Jika sebelumnya kapasitas PLTS diproyeksikan berada di kisaran 17 GW, target tersebut kini telah dioptimalkan menjadi 100 GW hingga 2034.
“Jadi dalam RUPTL kita yang terakhir ini terkait dengan pengembangan PLTS itu tidak lagi 17 Gigawatt, tetapi sudah dioptimalkan menjadi 100 Gigawatt di dalam menuju 2034,” jelasnya.
Baca Juga:
DPR Apresiasi Swasembada Delapan Komoditas Pangan, Bambang Haryadi: Ini Prestasi
Menurut Bambang, peningkatan target tersebut menunjukkan adanya keseriusan dalam memperluas pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan.
Pengembangan PLTS juga dinilai dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia dalam mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil serta memperkuat pemanfaatan sumber daya energi yang tersedia di dalam negeri.
Momentum peringatan kemerdekaan, lanjutnya, tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan bangsa, tetapi juga dapat dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat kemandirian nasional, termasuk dalam bidang energi.