WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno mendorong pemerintah untuk mempercepat program transisi penggunaan kompor berbahan bakar gas menuju kompor listrik.
Menurutnya, langkah tersebut semakin mendesak dilakukan di tengah ketidakpastian harga energi global yang dipicu oleh berbagai dinamika geopolitik, termasuk ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga:
Rokhmat Ardiyan Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Motor Pengembangan Energi Terbarukan di Desa
Eddy menilai ketergantungan Indonesia terhadap impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) masih sangat tinggi dan berpotensi membebani keuangan negara.
Karena itu, pemanfaatan energi listrik untuk kebutuhan rumah tangga dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang guna mengurangi tekanan terhadap anggaran subsidi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Menurutnya, biaya yang dibutuhkan untuk mendorong penggunaan kompor listrik masih jauh lebih rendah dibandingkan besarnya dana yang harus dikeluarkan pemerintah setiap tahun untuk menanggung subsidi dan impor LPG.
Baca Juga:
Ratna Juwita Desak Akuntabilitas KKKS, Khawatir Target Lifting Migas dan Penerimaan Negara Meleset
Selain itu, harga LPG di pasar internasional sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia yang cenderung fluktuatif.
"Sebagaimana diketahui, Indonesia mengimpor 75–80 persen kebutuhan LPG yang harganya sejalan dengan harga minyak mentah," tutur Eddy dalam Rapat Kerja Dengan Menteri ESDM di Gedung DPR, Senin (15/6/2026).
Dalam rapat tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengusulkan anggaran sebesar Rp815,56 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.