Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung program kompor listrik sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
Program tersebut merupakan bagian dari strategi diversifikasi energi yang tengah didorong pemerintah.
Baca Juga:
Rokhmat Ardiyan Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Motor Pengembangan Energi Terbarukan di Desa
Selain meningkatkan pemanfaatan listrik domestik, kebijakan ini juga diharapkan mampu memperkuat pemanfaatan energi yang lebih efisien dan mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan akibat tingginya impor LPG.
"Energi yang kami dorong ke depan tidak hanya tentang LPG, tetapi kompor listrik, CNG, dan macam-macam. Yang kami buat itu (kompor listrik) sebesar Rp815,56 miliar," ujar Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII tersebut.
Untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran, Bahlil meminta dukungan Komisi XII DPR RI dalam melakukan pendataan wilayah yang paling membutuhkan bantuan kompor listrik.
Baca Juga:
Ratna Juwita Desak Akuntabilitas KKKS, Khawatir Target Lifting Migas dan Penerimaan Negara Meleset
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan DPR sangat diperlukan agar distribusi bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan serta memberikan manfaat optimal.
Langkah pendataan tersebut juga diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan energi rumah tangga yang lebih terarah, sekaligus mempercepat proses transisi menuju penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.
Selain program kompor listrik, Kementerian ESDM juga mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp635,24 miliar dalam RAPBN 2027 untuk program konversi sepeda motor listrik.