“Masih banyak sumber yang bisa kita manfaatkan hari ini, misalnya bendungan masih bisa dimanfaatkan, kemudian juga tentu solar panel juga menjadi bagian daripada green energy yang sangat kami butuhkan,” lanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut, BAKN juga menekankan pentingnya perhatian terhadap masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional pembangkit listrik.
Baca Juga:
Dorong Energi Bersih, PLN Hadirkan PLTS Mentari Nusantara I Lewat Skema GIGA ONE
Dampak seperti kebisingan maupun potensi gangguan lingkungan lainnya perlu ditangani secara serius.
Oleh karena itu, PLN didorong untuk memastikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.
Selain itu, perencanaan sistem kelistrikan melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dinilai harus disusun secara komprehensif dan matang.
Baca Juga:
Lewat Sustainability Day 2026, PLN Tegaskan Komitmen Transisi Energi Berkelanjutan
Hal ini penting mengingat Bali sebagai destinasi wisata dunia memiliki sensitivitas tinggi terhadap gangguan pasokan listrik.
Keandalan dan stabilitas listrik menjadi faktor penting dalam menjaga citra daerah di mata wisatawan internasional.
BAKN juga menyoroti pentingnya konsistensi komitmen lintas sektor dalam mendukung transisi energi.