Beban yang dihadapi generasi sandwich tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga cicilan rumah, biaya pendidikan anak, tabungan pensiun, hingga kebutuhan kesehatan orangtua.
“Komposisi penduduk menurut kelompok umur menunjukkan pergeseran yaitu menyempit pada usia 0–14 tahun dan melebar pada usia 65 tahun ke atas,” kata Amalia.
Baca Juga:
Nenek 87 Tahun di Muara Enim Tewas Dibunuh, Pelakunya Anak dan Cucu Sendiri
BPS juga mencatat sebagian besar lansia Indonesia masih bergantung pada keluarga sebagai sumber utama penghidupan dengan angka mencapai 48,56 persen, sementara hanya 37,72 persen lansia yang masih mengandalkan pekerjaan sebagai sumber penghasilan utama.
Data tersebut memperlihatkan bahwa keluarga tetap menjadi penopang utama kehidupan lansia di Indonesia sehingga kelompok usia produktif berpotensi memikul tekanan ekonomi yang lebih besar pada masa mendatang.
Di tengah tekanan biaya hidup, banyak pekerja usia produktif masih harus menghadapi cicilan rumah, biaya pendidikan anak, serta kebutuhan konsumsi harian yang terus meningkat setiap tahun.
Baca Juga:
Nenek 70 Tahun di Bali Jadi Korban Hipnotis, Kerugian Capai Rp380 Juta
Ketika tanggung jawab merawat orangtua datang bersamaan, ruang untuk menabung maupun mempersiapkan masa pensiun menjadi semakin sempit bagi generasi produktif.
Ketakutan terbesar generasi sandwich bukan hanya soal memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga meningkatnya biaya perawatan lansia yang membutuhkan pengobatan, perawatan jangka panjang, hingga pendampingan sehari-hari.
Sebagian keluarga bahkan mulai menghadapi konflik terkait pembagian tanggung jawab merawat orangtua karena ada anggota keluarga yang menanggung beban lebih besar baik secara finansial maupun emosional.