Tekanan tersebut membuat sebagian generasi produktif harus mengurangi pekerjaan, menunda rencana pensiun, bahkan mengorbankan tabungan jangka panjang demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Meski Indonesia masih menikmati bonus demografi, struktur penduduk yang menua diperkirakan akan meningkatkan rasio ketergantungan lansia sehingga jumlah penduduk produktif yang menopang kelompok usia nonproduktif akan semakin berat di masa depan.
Baca Juga:
Polisi Ungkap Motif Percobaan Penculikan Lansia di PIK, Dipicu Asmara Tak Direstui
BPS mencatat lebih dari separuh penduduk Indonesia saat ini berasal dari Generasi X, milenial, dan Generasi Z yang menjadi sumber utama usia produktif nasional.
Namun, seiring bertambahnya populasi lansia, kelompok produktif diperkirakan menghadapi tekanan baru dalam menopang kebutuhan keluarga dan menjaga kestabilan finansial pribadi mereka.
SUPAS 2025 juga menunjukkan sebanyak 16 provinsi di Indonesia telah memasuki fase aging population dengan Yogyakarta menjadi wilayah dengan persentase lansia tertinggi sebesar 17,83 persen disusul Jawa Timur 15,45 persen dan Bali 15,07 persen.
Baca Juga:
Jemaah Haji Lansia RI Hilang di Makkah Pekan Lalu Masih Dicari
Fenomena aging population kini bukan lagi persoalan negara maju semata karena Indonesia mulai menghadapi tantangan sosial dan ekonomi baru ketika jutaan generasi produktif berada di posisi tengah antara kebutuhan anak-anak dan orangtua lanjut usia.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.