Menurut Lisda, peningkatan status ekonomi seseorang belum tentu menunjukkan bahwa seluruh kebutuhan dasarnya telah mampu dipenuhi secara mandiri.
Kelompok tersebut, lanjutnya, masih dapat menghadapi kerentanan ketika dihadapkan pada kebutuhan tertentu, seperti biaya pengobatan atau pendidikan anak.
Baca Juga:
Hadiri Sidang Tahunan MPR 2026, Puan Maharani Tampil Anggun dengan Kebaya Hijau Olive
Karena itu, kondisi mereka perlu dilihat secara lebih menyeluruh dan tidak semata-mata berdasarkan klasifikasi dalam data desil.
“Desil 5 sampai 10 ini yang harus betul-betul ditelaah dan dikaji lagi. Pemerintah sudah menganggap mereka mampu, tetapi ketika ada yang sakit mungkin belum terakomodasi atau anaknya mau kuliah juga belum mampu,” ujar Lisda.
Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut menegaskan, penguatan perlindungan sosial pada kelompok desil 5 hingga 10 merupakan bagian penting dari upaya mencegah masyarakat kembali jatuh ke dalam kemiskinan.
Baca Juga:
Komisi VI DPR Dukung Streamlining BUMN untuk Tingkatkan Efisiensi dan Manfaat bagi Masyarakat
Ia menilai, masyarakat yang telah mengalami peningkatan kesejahteraan tetap membutuhkan proses pendampingan hingga memiliki kemampuan ekonomi yang cukup kuat.
Menurut Lisda, pemerintah perlu membangun kebijakan transisi yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat meningkatkan kapasitas dan kemandiriannya.
Pemantauan serta pengawasan secara berkala diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi ekonomi masyarakat benar-benar telah stabil.