Menurutnya, 48 persen pengguna internet Indonesia adalah anak di bawah 18 tahun, dan hampir 40 persen anak usia dini telah menggunakan ponsel.
"Kita bertemu untuk membahas tantangan mendesak: bagaimana memastikan ruang digital menjadi tempat yang aman," tegas Devi.
Baca Juga:
Komdigi Siagakan Balmon SFR Jaga Layanan Komunikasi Selama Libur Nataru
Ia juga menyinggung berbagai insiden di dunia pendidikan yang dipicu oleh tekanan di ruang digital.
Karena itu, menurutnya, keberhasilan PP Tunas bergantung pada kerja bersama antara keluarga, sekolah, media, komunitas, dan platform digital.
Kolaborasi multipihak tersebut diyakini dapat memperkuat penyebarluasan prinsip Tunggu Anak Siap hingga seluruh masyarakat memahami pentingnya pendampingan digital.
Baca Juga:
Transaksi Judi Online Turun Tajam, Pemerintah Klaim Komitmen Lindungi Warga
Melalui edukasi yang tepat dan dukungan berkelanjutan, Indonesia diharapkan berhasil menciptakan budaya Aman Berdigital untuk Anak.
Upaya kolektif ini menjadi fondasi dalam memastikan implementasi PP Tunas berjalan optimal hingga ke daerah-daerah pelosok.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.