WAHANANEWS.CO, Jakarta - Permintaan Menteri Pertanian Amran Sulaiman agar Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Surabaya diganti dengan laki-laki berbuntut kritik dari Komnas Perempuan karena pernyataan tersebut dinilai memperkuat stereotip gender dalam dunia kerja dan kepemimpinan.
Komisioner Komnas Perempuan Daden Sukendar menyayangkan pernyataan Amran yang mengaitkan kelayakan seseorang menjalankan pekerjaan dengan jenis kelamin.
Baca Juga:
Komnas Perempuan Buka Suara soal Kasus YTR, Sebut Belum Masuk KategoriPenyiksaan Versi PBB
"Pernyataan semacam ini tidak semestinya dipandang sekadar sebagai candaan atau salah ucap, karena memproduksi stereotip gender bahwa laki-laki lebih kuat dan lebih sesuai untuk pekerjaan berat, sementara perempuan dianggap lebih lemah dan cocok ditempatkan pada pekerjaan yang ringan," kata Daden dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).
Menurut Daden, pernyataan semacam itu menjadi persoalan ketika disampaikan pejabat publik karena berpotensi menormalisasi pandangan bahwa kapasitas dan kelayakan seseorang untuk menjalankan pekerjaan dapat ditentukan berdasarkan jenis kelamin, bukan kompetensi dan kinerja.
Ucapan tersebut juga dinilai dapat mempersempit kesempatan perempuan untuk mengembangkan karier apabila jenis kelamin dijadikan pertimbangan dalam menentukan seseorang layak atau tidak menduduki suatu jabatan.
Baca Juga:
Waka MPR Dorong Keluarga Jadi Ruang Aman bagi Perempuan
"Komnas Perempuan juga melihat adanya persoalan gendering of leadership, yaitu konstruksi kepemimpinan yang masih dilekatkan pada karakter maskulin seperti kuat, tegas, tahan tekanan, dan mampu menghadapi pekerjaan berat," ucap Daden.
Konstruksi semacam itu, menurut Komnas Perempuan, berpotensi menjadi hambatan bagi perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang setara dalam menduduki posisi kepemimpinan.
Daden berpandangan posisi strategis seharusnya diberikan dan dievaluasi berdasarkan kemampuan, kompetensi, integritas, serta kinerja seseorang tanpa menjadikan jenis kelamin sebagai tolok ukur.