“Presiden perlu memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik agar spekulasi mengenai adanya skenario politik dari luar yang berpotensi memecah belah NU tidak semakin berkembang,” tegas Abdul Hamid.
Ingatkan Sejarah Berdirinya NU
Baca Juga:
Masinton Pasaribu Buka Konferensi Cabang XVIII Muslimat NU Tapteng
Abdul Hamid juga mengingatkan seluruh pihak agar tidak menjadikan NU sebagai arena pertarungan kepentingan politik praktis.
Ia merujuk pada sejarah berdirinya NU yang dipelopori para ulama dan aulia, termasuk Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari. Menurutnya, sejak awal NU memiliki peran strategis dalam menjaga kehidupan keumatan sekaligus keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“NU lahir dari perjuangan para ulama untuk menjaga kemaslahatan umat dan keutuhan NKRI. Karena itu, jangan sampai konflik kepentingan justru melemahkan organisasi dan merugikan bangsa,” ujarnya.
Baca Juga:
Prabowo Bicara Anomali Ekonomi RI, Kaget Tahu Penduduk Miskin Bertambah
Ia juga mengimbau Saifullah Yusuf dan Nusron Wahid agar mempertimbangkan dampak politik maupun sosial dari setiap langkah yang dikaitkan dengan dinamika internal PBNU.
Abdul Hamid mengingatkan agar tidak ada tindakan yang justru menimbulkan persepsi negatif terhadap pemerintahan Presiden Prabowo di kalangan warga Nahdliyin.
Serukan Semua Pihak Menahan Diri