Selain itu, PNBP SDA Panas Bumi tercatat mencapai 103,4 persen, sementara sektor lainnya bahkan mengalami lonjakan signifikan hingga 311,05 persen.
Menteri Bahlil turut memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai dan pemangku kepentingan di lingkungan Kementerian ESDM atas kinerja tersebut.
Baca Juga:
Kementerian ESDM Salurkan Ratusan Tenda dan Logistik bagi Korban Bencana Batang Toru
Apresiasi ini diberikan mengingat kondisi harga batu bara dan beberapa komoditas energi lain yang cenderung kurang bergairah sepanjang tahun 2025.
Sementara itu, pada subsektor Minyak dan Gas Bumi (Migas), realisasi PNBP SDA Migas yang dicatatkan melalui Kementerian Keuangan mencapai Rp105,04 triliun atau setara 83,7 persen dari target Rp125,46 triliun.
Menurut Bahlil, belum tercapainya target tersebut dipengaruhi oleh harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang berada jauh di bawah asumsi makro APBN 2025.
Baca Juga:
Pasokan BBM dan LPG Dipulihkan: Kementerian ESDM Pastikan Energi Tak Terputus di Aceh–Sumut–Sumbar
"Saya harus menyampaikan bahwa di dalam asumsi makro APBN kita, harga ICP itu USD82 per barel. Namun kenyataannya rata-rata sejak dari Januari sampai 31 Desember rata-rata harga minyak dunia itu USD68 per barel," tandasnya.
Meski realisasi PNBP migas belum memenuhi target, Bahlil menilai kinerja sektor migas tetap menunjukkan tren yang menggembirakan.
Hal ini tercermin dari capaian lifting minyak bumi nasional sepanjang tahun 2025 yang rata-rata mencapai 605,3 ribu barel per hari (MBOPD) atau setara 100,05 persen dari target APBN.