Prabowo mengatakan bahwa masyarakat rentan umumnya memiliki penghasilan yang tidak hanya rendah, tetapi juga tidak menentu. Kondisi tersebut memaksa mereka berutang untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun kebutuhan mendesak, seperti biaya pendidikan atau pengobatan anak.
Namun, rendahnya literasi keuangan membuat sebagian masyarakat memilih meminjam uang kepada lintah darat dengan bunga yang mencekik. Kondisi tersebut, ujar Prabowo, justru semakin memperburuk kesejahteraan mereka.
Baca Juga:
Prabowo Dukung Pendirian Kampus Top India di Indonesia Sebagai Bagian Kerja Sama Pendidikan Kedua Negara
Di saat bersamaan, ia juga menyoroti ketidakadilan struktural, di mana pelaku usaha dapat memperoleh restrukturisasi maupun penghapusan utang dari lembaga perbankan, sementara masyarakat kecil tidak memiliki akses yang sama.
Melihat kondisi tersebut, Prabowo mengaku tidak bisa tinggal diam. Menurutnya, masyarakat rentan juga berhak memperoleh akses pembiayaan yang murah, dan koperasi simpan pinjam dapat menjadi salah satu solusinya.
"Tidak ada jalan. Rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia," imbuh dia.
Baca Juga:
Prabowo Anugerahkan Bintang Adipurna kepada Perdana Menteri India
Prabowo menambahkan bahwa berbagai pengalaman itulah yang mendorongnya menghadirkan program KDKMP setelah menjabat sebagai Presiden.
Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri dan terbebas dari jeratan lintah darat.
Selain itu, ia berharap KDKMP juga dapat menjadi sarana penyaluran berbagai barang bersubsidi agar tepat sasaran dan terhindar dari penyalahgunaan.