"Kami mengajak jemaah dan PPIU untuk saling memahami. Yang utama adalah memastikan seluruh jemaah tetap aman, terlayani, dan mendapatkan kepastian," lanjutnya.
Jemaah yang mengalami kendala perlindungan, persoalan hukum, maupun kondisi darurat di Arab Saudi atau negara transit diminta segera menghubungi perwakilan RI setempat.
Baca Juga:
Gubernur Aceh Marah Saat Tahu Bupati Aceh Selatan Umrah di Tengah Bencana
"Kami bersama Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan perwakilan RI di luar negeri untuk memastikan setiap persoalan jemaah ditangani cepat dan tepat. Kami meminta seluruh jemaah tetap tenang dan mengikuti arahan resmi," kata Ichsan.
Demi mengutamakan keselamatan, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan hingga kondisi Timur Tengah kembali kondusif.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebelumnya menyatakan langkah tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam menjamin keamanan warga negara Indonesia.
Baca Juga:
Mukhtara Air Maskapai Asal Arab Saudi Hadir di RI, Bidik Penerbangan ke Tanah Suci
Pemerintah juga meminta jemaah yang kini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan akibat informasi yang belum terverifikasi.
Kementerian Haji dan Umrah bersama Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta PPIU guna memastikan jemaah yang mengalami penundaan dapat tertangani dengan baik.
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak," lanjutnya dalam rilis Minggu (1/3/2026).