WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota DPR RI Subardi menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya rekannya sekaligus sahabat dekat, Rachmat Gobel, yang meninggal dunia akibat serangan jantung pada Jumat (10/7/2026).
Kepergian politikus senior Partai NasDem tersebut dinilai meninggalkan kehilangan besar, baik bagi dunia politik maupun sektor industri nasional.
Baca Juga:
Komisi IX DPR Dorong Optimalisasi Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk Lindungi Seluruh Pekerja
Subardi menilai almarhum sebagai sosok politisi yang memiliki integritas, dedikasi, dan komitmen tinggi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, perjalanan karier Rachmat Gobel, mulai dari menjabat Menteri Perdagangan, Wakil Ketua DPR RI, hingga menjadi rekan di Komisi VI DPR RI, merupakan teladan yang patut dicontoh.
Meski dikenal sebagai pengusaha besar dan pelopor industri manufaktur elektronik di Indonesia, Rachmat Gobel tetap memilih terjun ke dunia politik sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
Baca Juga:
Lasarus Soroti Ketimpangan Anggaran SDA 2027, Minta KemenPU Susun Ulang Alokasi
Bagi Subardi, keputusan tersebut menunjukkan besarnya komitmen almarhum untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
"Saya mengakui kiprahnya, pemikirannya, idealismenya. Beliau adalah teladan. Sekalipun konglomerat, almarhum memilih politik sebagai jalur perjuangan untuk memakmurkan rakyat," kenang Subardi dikutip dari situs resmi DPR RI, Jumat (10/7/2026).
Subardi mengaku sangat terkejut menerima kabar duka tersebut.
Pasalnya, sehari sebelum Rachmat Gobel mengembuskan napas terakhir, keduanya masih sempat bertemu dan beraktivitas bersama dalam berbagai agenda kedewanan.
Bahkan, selama empat hari terakhir mereka masih intens berinteraksi dalam sejumlah kegiatan resmi DPR RI.
Salah satu agenda yang dihadiri bersama adalah pertemuan dengan delegasi resmi Gubernur Prefektur Aichi, Jepang, Hideaki Ohmura, beserta perwakilan Kamar Dagang Nagoya di Gedung DPR RI.
Dalam kesempatan itu, menurut Subardi, almarhum tampak menjalankan tugasnya seperti biasa dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda mengalami gangguan kesehatan.
Subardi mengatakan, selama mengenal Rachmat Gobel, almarhum dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan memiliki dedikasi tinggi terhadap tugas-tugas sebagai wakil rakyat.
Berbagai tanggung jawab kedewanan dijalankan dengan penuh kesungguhan hingga akhir hayatnya.
"Empat hari terakhir saya masih berinteraksi seperti biasa. Tampak sehat. Tentu sangat kehilangan. Orang baik wafat di hari baik," tambah Subardi.
Rachmat Gobel wafat pada usia 63 tahun di RS Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan.
Selain dikenal sebagai politikus, almarhum juga merupakan seorang filantropis dan tokoh industri yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan dunia usaha nasional.
Di lingkungan Partai NasDem, Rachmat Gobel dikenal sebagai figur yang dihormati karena sikapnya yang rendah hati, terbuka, dan egaliter.
Almarhum juga kerap membagikan pengalaman serta pengetahuannya mengenai pengelolaan perusahaan modern, pembangunan industri nasional, hingga pentingnya menciptakan hubungan industrial yang harmonis sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]