Dalam
laporannya, tercatat bahwa terdapat target penurunan pemukiman kumuh
perkotaan yang dibagi menjadi tiga periode yaitu:
Periode
2017-2019
Baca Juga:
Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun
Targetnya
78 persen pelayanan air minum, 27.000 hektar target penurunan pemukiman kumuh
perkotaan, dan 75 persen pelayanan sanitasi dengan alokasi anggaran sebesar Rp
47 triliun.
Periode
2020-2024
Targetnya
88 persen pelayanan air minum, 17.000 hektar target penurunan pemukiman kumuh
perkotaan, dan 85 persen pelayanan sanitasi dengan alokasi anggaran sebesar Rp
128 triliun.
Baca Juga:
Kementerian PU Tata Infrastruktur Kendari Jelang UCLG ASPAC 2026, Siapkan Sistem Pengendalian Banjir
Periode
2025-2030
Targetnya
100 persen pelayanan air minum, 0 persen pemukiman kumuh perkotaan dan juga 100
persen pelayanan sanitasi, anggarannya yaitu sebesar Rp 170 triliun.
Dengan
target seperti itu, pemerintah ingin pada tahun 2030, seluruh pemukiman di
perkotaan merupakan smart living atau
hunian yang cerdas. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.