Pada tahun 2025, revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan tercatat mampu menyerap sekitar 250 ribu tenaga kerja dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
“Dengan revitalisasi ini tentu kami berharap tidak hanya sekolah yang kita perbaiki, tapi juga kita berusaha untuk dapat meningkatkan ekonomi lokal, dan tentu kita dapat bersama-sama memajukan pendidikan di tanah air kita,” katanya.
Baca Juga:
Komisi V DPR Desak Pemerintah Transparan Ungkap Penyebab Tabrakan Kereta di Bekasi
Dampak Positif Mulai Dirasakan Sekolah
Manfaat program revitalisasi mulai dirasakan langsung oleh sekolah-sekolah penerima bantuan. Salah satunya adalah SMK Negeri 1 Kota Sorong yang sebelumnya menghadapi keterbatasan fasilitas sanitasi dan perpustakaan.
Kepala SMK Negeri 1 Kota Sorong, A. H. P. Ompusunggu, menjelaskan bahwa dengan jumlah peserta didik sekitar 1.600 orang dan area sekolah yang cukup luas, keberadaan fasilitas yang memadai menjadi kebutuhan mendesak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Baca Juga:
Komisi IX DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Penyebaran Virus Hanta Andes
Melalui program revitalisasi, sekolah mendapatkan tambahan fasilitas toilet dan pembangunan perpustakaan baru yang dinilai sangat membantu meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan pendidikan bagi siswa.
“Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan revitalisasi ini. Perpustakaan yang kami dapatkan sangat baik dan nanti akan kami kembangkan dengan perpustakaan digital,” ujarnya.
Perubahan serupa juga dirasakan oleh SMA Negeri 5 Kabupaten Sorong. Sebelum menerima bantuan revitalisasi senilai Rp1,2 miliar, sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan seperti atap bocor, lantai rusak, hingga laboratorium yang memerlukan perbaikan menyeluruh.