Melalui bantuan tersebut, sekolah memperoleh rehabilitasi ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang guru, laboratorium komputer, laboratorium kimia, laboratorium biologi, serta pembangunan satu ruang kelas baru.
Perbaikan fasilitas itu tidak hanya meningkatkan kenyamanan lingkungan sekolah, tetapi juga memperluas kapasitas layanan pendidikan.
Baca Juga:
Komisi V DPR Desak Pemerintah Transparan Ungkap Penyebab Tabrakan Kereta di Bekasi
Dengan adanya ruang kelas tambahan, sekolah dapat menerima lebih banyak peserta didik pada tahun ajaran mendatang.
“Kami biasanya menerima murid sebanyak empat rombel. Di tahun ajaran 2026/2027, dengan adanya ruang kelas baru, maka kami bisa menambahkan satu rombel lagi,” ujar Ficce.
Menurut Kepala SMA Negeri 5 Kabupaten Sorong, Ficce Loppies, revitalisasi sekolah disambut dengan antusias oleh seluruh warga sekolah karena fasilitas yang lebih baik diyakini akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Baca Juga:
Komisi IX DPR Desak Pemerintah Perketat Pengawasan Penyebaran Virus Hanta Andes
“Guru dan murid sangat berterima kasih, senang sekali karena semuanya kini terlihat bagus. Besar harapan kami dengan adanya bantuan dari Bapak Presiden melalui Kemendikdasmen, pendidikan di Tanah Papua bisa berkembang dan lebih maju,” ungkapnya.
Sementara itu, SD Negeri 21 Kabupaten Sorong menjadi salah satu sekolah yang akan menerima bantuan revitalisasi pada tahun 2026.
Kepala sekolah Alfina Lewerissa menyebutkan bahwa sekolahnya akan memperoleh bantuan sebesar Rp1,2 miliar untuk rehabilitasi tiga ruang kelas, pembangunan ruang administrasi, serta ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).