Pada Oktober 1945, ia bertamu ke Presiden AS, Harry S Truman, dan mengatakan karena bom nuklir di Jepang, tangannya sekarang berlumuran darah.
Sang presiden menampik kata-kata Oppenheimer.
Baca Juga:
4 Negara Ini Diduga Pasok Senjata ke KKB Papua
Truman mengatakan, darah itu ada di tangannya, dan biarlah dirinya yang bertanggung jawab.
Kreator AK-47: “Apakah Saya Juga Jadi Penyebab Kematian Mereka?”
Baca Juga:
Jepang Sudah Lepaskan Air dari Reaktor Nuklir Fukushima ke Samudera Pasifik
Mikhail Kalashnikov adalah perancang salah satu senapan yang paling dikenal di muka bumi, senapan semiotomatis AK-47.
Padahal, awalnya, warga Rusia tersebut pada 1947 "sekadar" ingin membuat senapan yang sederhana, tahan banting dan dapat diandalkan.
Dalam perjalanannya, senapan yang diberi nama AK-47 itu menjadi senjata andalan tentara Soviet, Rusia, dan puluhan negara lain.