Nobel sendiri, sampai ia meninggal, memiliki 355 paten.
Setahun sebelumnya, pada 1866, Nobel mengembangkan metode yang memungkinkan penggunaan bahan peledak nitrogliserin --yang kekuatannya lebih besar dari serbuk mesiu-- secara aman.
Baca Juga:
4 Negara Ini Diduga Pasok Senjata ke KKB Papua
Yang ia lakukan adalah mencampur nitrogliserin dengan kieselguhr yang membuatnya berubah menjadi semacam pasta dan bisa dibentuk seperti batangan.
Selain menemukan dinamit, Nobel juga menemukan detonatornya.
Penemuan ini membuka era baru di bidang konstruksi, selain juga mendatangkan kekayaan ke sang penemu.
Baca Juga:
Jepang Sudah Lepaskan Air dari Reaktor Nuklir Fukushima ke Samudera Pasifik
Namun, dinamit tidak hanya dipakai untuk kepentingan sipil.
Militer juga memanfaatkan temuan ini, yang menyebabkan jatuhnya korban ratusan ribu orang.
Di surat wasiat yang ditinggalkan Nobel, ia antara lain meminta kekayaannya dimanfaatkan untuk mendirikan yayasan.