WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kemudahan yang dicari pengguna dalam membuat password justru menjadi celah besar bagi peretas untuk membobol akun, mengancam keamanan identitas hingga potensi kehilangan saldo rekening secara signifikan.
Banyak pengguna masih memilih kata sandi sederhana bahkan menggunakan password yang sama di berbagai akun demi kemudahan mengingat, padahal praktik ini secara langsung meningkatkan risiko pembobolan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Baca Juga:
Bukan Anti Sosial, Ini Alasan Orang Cerdas Jarang Posting Kehidupan Pribadi
“Password yang mudah ditebak menjadi pintu masuk tercepat bagi pelaku kejahatan siber untuk mengambil alih akun,” demikian temuan yang disoroti dalam laporan penyedia keamanan kata sandi Specops.
Dalam praktiknya, serangan kerap menyasar koneksi Remote Desktop Protocol (RDP) milik Microsoft, yakni metode yang memungkinkan pengguna mengakses dan mengendalikan komputer atau server dari jarak jauh.
Metode ini tidak hanya dimanfaatkan secara sah oleh pengguna, tetapi juga menjadi target utama pelaku kejahatan siber untuk menyusup ke jaringan dengan berbagai teknik.
Baca Juga:
Sebutan "Bodat", Ketua DPRD Dairi Disomasi Kepala SD
“RDP sering dieksploitasi melalui brute force dengan mencoba berbagai kombinasi username dan password hingga menemukan yang cocok,” jelas laporan tersebut.
Teknik brute force memungkinkan peretas melakukan percobaan login secara berulang dalam waktu singkat, sehingga password yang lemah dapat dengan mudah ditembus.
Kondisi ini diperparah oleh kebiasaan pengguna yang masih menggunakan pola kata sandi sederhana dan mudah ditebak.