"Harus diletakkan sebagai oknum,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kadri menilai di era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat sangat mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu utuh sehingga kejelasan informasi menjadi sangat penting.
Baca Juga:
DJP Ingatkan Marketplace, Seller di Bawah Rp 500 Juta Setahun Tak Boleh Dipajaki
“Saya takutnya, persoalan ini digiring sebagai pembunuhan karakter institusi yang selama ini menjadi kebanggaan."
Ia menambahkan bahwa konsistensi dan transparansi komunikasi publik menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
"Jangan sampai karena kasus ini ada delegitimasi terhadap institusi yang harusnya diperkuat,” katanya.
Baca Juga:
Ketua BEM FH UBK Minta Maaf Usai Akui Terima Uang Rp 20 Juta Sebelum Demo
Dalam perspektif komunikasi, langkah TNI yang membuka informasi secara terang dinilai sebagai strategi yang tepat untuk mencegah kesimpangsiuran informasi di tengah publik.
"TNI sudah berani jelaskan ini secara transparan."
Ia menjelaskan bahwa pesan yang tidak jelas akan menimbulkan interpretasi berbeda di masyarakat sehingga kepastian informasi sangat dibutuhkan.