"Harus diletakkan sebagai oknum,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kadri menilai di era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat sangat mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu utuh sehingga kejelasan informasi menjadi sangat penting.
Baca Juga:
Saat Harga Pertamax Rp12.900, Negara Ini Jual BBM Lebih Murah dari Air Mineral
“Saya takutnya, persoalan ini digiring sebagai pembunuhan karakter institusi yang selama ini menjadi kebanggaan."
Ia menambahkan bahwa konsistensi dan transparansi komunikasi publik menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
"Jangan sampai karena kasus ini ada delegitimasi terhadap institusi yang harusnya diperkuat,” katanya.
Baca Juga:
TNI Bubarkan Nobar Film “Pesta Babi”, Komnas HAM: Cederai Hak Warga
Dalam perspektif komunikasi, langkah TNI yang membuka informasi secara terang dinilai sebagai strategi yang tepat untuk mencegah kesimpangsiuran informasi di tengah publik.
"TNI sudah berani jelaskan ini secara transparan."
Ia menjelaskan bahwa pesan yang tidak jelas akan menimbulkan interpretasi berbeda di masyarakat sehingga kepastian informasi sangat dibutuhkan.