Ia melihat inspirasi dari Kartini sebagai pemantik semangat untuk terus bergerak maju dalam dunia yang selama ini didominasi laki-laki.
“Tentu, karena salah satu yang membuat saya juga semangat untuk berkarir dikarenakan melihat semangatnya sosok Kartini, beliau bisa menjadi guru dan tauladan bagi kita kaum perempuan.”
Baca Juga:
Perempuan Jadi Tulang Punggung Keluarga, Tren Baru di Indonesia
Perjalanan kepemimpinannya di KAI tidak lepas dari dinamika dan tantangan, termasuk pandangan miring yang sempat muncul terkait latar belakang keluarganya.
“Pada awal mula menjadi pemimpin organisasi advokat ini, saya terpilih secara aklamasi namun meskipun begitu bukan disebabkan semata-mata karena saya merupakan adiknya Bang Indra.”
Ia mengisahkan bahwa kepercayaan tersebut lahir dari proses panjang keterlibatannya sejak awal berdirinya organisasi pada 2008 bersama para anggota di seluruh Indonesia.
Baca Juga:
Memaknai Semangat Kartini, KAI Dorong Peran Advokat Perempuan Makin Menguat di Seluruh Indonesia
“Sejak 2008 saya bersama-sama dengan Bang Indra berjuang untuk membesarkan KAI, kita rangkul semua DPD dan korbankan apa saja untuk membesarkan KAI.”
Kini, KAI berkembang menjadi salah satu organisasi advokat yang diperhitungkan dan mendapatkan pengakuan luas dari pemerintah serta masyarakat.
“Saya bersyukur sekali jika KAI sekarang sangat maju diantara organisasi advokat lainnya.”