Meski demikian, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengingatkan, dalam
dua Pemilu Presiden terakhir, PAN selalu berseberangan dengan Jokowi.
Dengan kondisi ini, basis massa PAN asumsinya lebih
dekat dengan pemilih yang berseberangan dengan Jokowi.
Baca Juga:
Baru Sehari OTT KPK, PAN Langsung Copot Bupati Rejang Lebong dari Jabatan Ketua DPD
Jadi, jika PAN memutuskan untuk bergabung dalam
koalisi pemerintahan Jokowi, berpotensi mereduksi elektabilitas PAN.
"Ini menjadi pekerjaan rumah bagi PAN karena potensi
kehilangan suaranya sangat besar," ujarnya.
Sisi positifnya, PAN berpeluang lebih besar untuk
berkontribusi pada masyarakat.
Baca Juga:
OTT Bupati Rejang Lebong, KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah
Terlebih jika ada kader PAN dipilih masuk dalam
kabinet.
Sebagai bagian dari pemerintahan, PAN bisa membuat
kebijakan atau mengakses anggaran negara untuk kepentingan publik guna meraih
simpati publik.
Selain itu, PAN otomatis mendapat sorotan media dan
publik lebih besar daripada menjadi oposisi.