Sebanyak 995 airsoft gun bekas pelatihan atlet tersebut kemudian disimpan di dalam gudang sekolah.
Rencana penyelenggaraan ekstrakurikuler itu pada akhirnya tidak terlaksana setelah salah seorang pembina sekaligus penanggung jawab kegiatan meninggal dunia.
Baca Juga:
Geger Aspol Bandung, Pria Berjaket Ojol Lepaskan Tembakan
“Jadi dulu itu mau dipakai ekstrakurikuler tapi karena Jenderal Suryo meninggal, ya akhirnya kami enggak jadi bikin ekstrakurikuler itu,” jelas Alhadid.
Alhadid juga membantah barang lain berupa VCD porno dan narkotika yang ditemukan di lokasi merupakan milik IWD.
Ia justru menduga barang-barang tersebut dimasukkan ke ruangan yang sebelumnya digunakan IWD oleh pihak yayasan yang saat ini menjabat.
Baca Juga:
Tragedi Malam Natal di Simalungun, Sejumlah Warga Kena Tembak Ala Koboi
Dugaan tersebut merupakan klaim dari pihak IWD dan belum menjadi kesimpulan kepolisian yang masih melakukan penyelidikan.
Kasus ini bermula ketika pihak sekolah menemukan 995 pucuk benda menyerupai senjata di salah satu ruangan pada Juli 2026.
Pihak sekolah kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Polres Metro Jakarta Selatan untuk ditindaklanjuti.