WahanaNews.co, Jakarta - Pernyataan kontroversial Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Ahmad Sahroni yang menyebut "orang tolol sedunia" dalam merespons wacana pembubaran DPR RI menuai reaksi keras dari publik, termasuk dari influencer muda yang juga diaspora Indonesia di Denmark, Salsa Erwina.
Melalui unggahan video di media sosial, Salsa tidak hanya mengkritik pernyataan tersebut, tetapi juga menantang Ahmad Sahroni untuk melakukan debat terbuka terkait fungsi dan kinerja DPR RI.
Baca Juga:
Soal TNI Patroli Sisir Jakarta hingga Malam, Ini Kata Pangdam Jaya
Dilansir dari Tribun di media sosial unggahan Salsa menjadi viral dan menyulut diskusi publik. Namun, reaksi berbalik datang dalam bentuk kampanye digital yang menyerang pribadinya.
Salah satu foto yang beredar luas di media sosial menampilkan wajah Salsa dengan tulisan “Aktor Perusak Negara dari Luar Negeri! Dalang Kerusuhan Demo 25 Agustus 2025.”
Dalam gambar tersebut juga dicantumkan informasi pribadi seperti nama lengkap, NIK, jenis kelamin, alamat, nama orang tua, hingga latar belakang pendidikan dan pekerjaannya.
Baca Juga:
Kabar Sri Mulyani Mundur dari Menkeu Dibantah Airlangga
Tak hanya itu, dalam foto tersebut tertulis desakan kepada kepolisian untuk segera menangkap Salsa Erwina sebagai "provokator digital yang merusak negeri dari luar."
Melansir Tribun, kediaman rumah Salsa Erwina di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan tampak kosong. Saat dipanggil, tidak ada orang yang keluar dari dalam rumah berwarna krem itu. Pintu pagar berwarna cokelat tampak tertutup rapat. Di halaman depan hanya terlihat sebuah sepeda kecil dan sepeda listrik yang terparkir.
Jendela dan pintu rumah juga tertutup rapat. Sebuah unit AC tampak menggantung di bagian luar rumah. Kondisi lingkungan sekitar juga terbilang sunyi. Tak banyak aktivitas yang terlihat dari rumah-rumah tetangga di sebelahnya.
Ketua Rukun Warga setempat, Jul, mengungkapkan bahwa Diana, orang tua Erwina sudah lanjut usia, diperkirakan berumur sekitar 70 tahun, dan kondisinya rentan secara kesehatan.
Ia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pendekatan yang bersifat mengganggu, mengingat situasi psikis sang ibu yang dinilai tidak stabil.
“Beliau sudah sepuh, pensiun dari pekerjaannya beberapa tahun lalu. Jadi kami mohon, jangan diganggu. Keluarganya juga tidak ada kaitan langsung dengan polemik yang ramai saat ini,” ujar Jul saat ditemui awak media.
RT dan RW setempat, lanjut Jul, sudah mengambil langkah pengawasan dengan memperketat akses masuk ke wilayah tersebut sejak pukul 10 malam, demi memastikan keamanan warga.
“Kami semua di sini saling menjaga. Warga paham betul situasinya. Tidak perlu ada yang datang-datang ramai atau memancing keributan. Kalau bisa, berikan ruang tenang bagi keluarga ini,” tutupnya.
[Redaktur: Alpredo]