Ia mempertanyakan logika tuduhan keuntungan pribadi yang dialamatkan kepadanya.
“Apakah masuk akal keuntungan yang saya dapatkan Rp 809 M kalau total omzet Google dari pengadaan Chromebook hanya sekitar Rp 621 M,” tulisnya.
Baca Juga:
Audit Rp1,567 Triliun Sah, Pembelaan Nadiem Makarim Soal Kerugian Negara Terpatahkan
Nadiem kemudian menyoroti pilihan sistem operasi Chrome OS yang digunakan dalam pengadaan laptop.
“Apakah masuk akal memilih operating system yang lisensinya gratis dan menghemat negara Rp 1,2 triliun dibandingkan Windows yang berbayar justru disebut merugikan negara,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan tuduhan harga laptop yang dianggap kemahalan akibat kebijakan tersebut.
Baca Juga:
Vonis Nadiem Makarim 10 Tahun Penjara Jadi Sorotan Media Asing, Ulas Ini!
“Apakah masuk akal bahwa kebijakan memilih operating system gratis menyebabkan harga laptop kemahalan,” tulis Nadiem.
Dalam surat itu, Nadiem turut menyinggung biaya lisensi Chrome Device Management.
“Apakah masuk akal Rp 621 M biaya Chrome Device Management dituduh tidak berguna dan menjadi kerugian negara,” ujarnya.