Menurut Boni, reformasi yang sesungguhnya harus menyentuh transformasi budaya organisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai Polri perlu beralih dari kultur militeristik menuju kultur pelayanan publik yang berorientasi pada masyarakat.
Baca Juga:
DPR Putuskan Arah Reformasi Polri Tetap di Bawah Presiden
"Ini memerlukan perubahan dalam sistem rekrutmen, pendidikan, dan promosi yang menghargai integritas, profesionalisme, dan komitmen terhadap hak asasi manusia," ungkapnya.
Di sisi lain, Boni mengingatkan agar agenda reformasi Polri tidak dijadikan komoditas politik jangka pendek.
Ia menegaskan reformasi yang sejati membutuhkan komitmen jangka panjang, konsistensi, dan keberanian untuk melakukan perubahan mendasar.
Baca Juga:
Anggota Polres Bima Terlibat Peredaran Sabu, Ditangkap Polda NTB
"Sikap kenegarawanan Kapolri dalam mempertahankan independensi Polri mencerminkan pemahaman mendalam tentang arsitektur demokrasi Indonesia dan komitmen terhadap supremasi hukum sebagai fondasi negara hukum yang demokratis," ujar Boni.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.