"Jadi, kabar yang beredar bahwa material
di Wadas akan dihabiskan, dan mengakibatkan kerusakan lingkungan secara
permanen, itu kabar bohong. Kabar mengenai dampak penambangan masyarakat akan
kehilangan pekerjaan, meninggalkan lubang-lubang besar berdampak kerusakan
lingkungan, dipastikan tidak benar," tegasnya.
Menurutnya, jarak pemukiman yang paling dekat
dengan lokasi penambangan kurang lebih 300 meter. Sehingga bisa mengurangi
dampak dari aktivitas penambangan.
Baca Juga:
Oknum Polisi Polda Jateng Diduga Habisi Bayinya Sendiri, Kini Diperiksa Propam
"Ya, memang masih ada dampak ke
masyarakat, tapi sudah kita perhitungkan. Ada jarak 300 meter, itu sudah sangat
mengurangi kebisingan, debu, dan lain-lain. Jadi, kita tidak akan mengambil
material yang sangat berdekatan dengan masyarakat, apalagi sampai menimbulkan
polusi," tegasnya.
Sumber Air Baku 3 Kabupaten dan YIA
Baca Juga:
Peluang Kerja Baru bagi Pekerja Sritex, Pemprov Jateng Siapkan 8.000 Lowongan
Dwi mengatakan, Bendungan Bener yang akan
dibangun itu memiliki ketinggian 169 meter.
"Menjadi yang tertinggi nomor satu di
Indonesia dan nomor dua di Asia," ucapnya.
Selain itu, kata dia, Bendungan Bener akan
menjadi suplai air untuk lahan sawah masyarakat Purworejo dan sekitarnya. Suplai
air beririgasi ini untuk 13.579 hektar.