WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran mengapresiasi penguatan layanan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang menghubungkan kota utama dengan berbagai wilayah penyangga dan dinilai semakin strategis dalam membangun sistem transportasi kawasan aglomerasi di Indonesia.
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan pertumbuhan penumpang kereta komuter, lokal, regional, dan kereta bandara menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal antarkawasan terus meningkat.
Baca Juga:
KEK Kura Kura Bali Buka Pasar Global bagi IKM, MARTABAT Prabowo-Gibran: Model Pemberdayaan yang Perlu Diperluas
“Pertumbuhan jumlah pengguna kereta api menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan transportasi publik yang mampu menembus batas administratif kota dan kabupaten karena aktivitas ekonomi masyarakat sekarang sudah bergerak dalam satu kesatuan kawasan aglomerasi,” kata Tohom, Selasa (18/8/2026).
Menurut Tohom, konsep aglomerasi harus dilihat sebagai integrasi antara pusat pertumbuhan dengan kawasan penyangga yang memiliki hubungan ekonomi dan mobilitas sangat kuat.
Dalam konteks tersebut, jaringan kereta api memiliki posisi strategis karena mampu menghubungkan permukiman dengan pusat pekerjaan, pendidikan, perdagangan, industri, pariwisata, dan simpul transportasi lainnya.
Baca Juga:
Transportasi Publik Rp8 Saat HUT RI, MARTABAT Prabowo-Gibran: Bisa Jadi Model Kolaborasi Jabodetabekjur
“KAI mempunyai posisi yang sangat penting karena kereta api dapat menjadi tulang punggung mobilitas kawasan aglomerasi dengan kapasitas angkut besar, waktu perjalanan yang lebih terukur, dan jaringan yang terus berkembang,” ujarnya.
Di Jawa Barat, Commuter Line Bandung Raya melayani 10.106.912 pelanggan pada Semester I 2026 atau meningkat 9,17 persen dibandingkan 9.258.327 pelanggan pada periode sama tahun sebelumnya.
Jumlah pengguna layanan tersebut sebelumnya mencapai 14.720.252 pelanggan pada 2023, kemudian meningkat menjadi 16.159.458 pelanggan pada 2024 dan 18.727.224 pelanggan sepanjang 2025.