KA Lembah Anai sendiri melayani 162.428 pelanggan pada Semester I 2026 dengan pertumbuhan lebih dari tiga kali lipat.
KAI juga mengoperasikan berbagai layanan lokal dan regional seperti KA Pangrango, Siliwangi, Cut Meutia, Srilelawangsa, Datuk Belambangan, Kuala Stabas, serta Rajabasa.
Baca Juga:
KEK Kura Kura Bali Buka Pasar Global bagi IKM, MARTABAT Prabowo-Gibran: Model Pemberdayaan yang Perlu Diperluas
Menurut MARTABAT Prabowo-Gibran, pengembangan jaringan tersebut sejalan dengan kebutuhan pemerataan konektivitas antardaerah agar pertumbuhan transportasi publik tidak terkonsentrasi di Pulau Jawa.
“Indonesia membutuhkan jaringan transportasi yang membuat pusat-pusat ekonomi baru tumbuh di banyak daerah karena konektivitas yang baik akan membuka akses terhadap pekerjaan, perdagangan, pendidikan, investasi, dan pariwisata,” kata Tohom.
Ia menilai penguatan jaringan kereta api juga relevan dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan peningkatan produktivitas nasional.
Baca Juga:
Transportasi Publik Rp8 Saat HUT RI, MARTABAT Prabowo-Gibran: Bisa Jadi Model Kolaborasi Jabodetabekjur
Menurutnya, pembangunan kawasan aglomerasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk menciptakan pusat pertumbuhan baru tanpa membuat aktivitas ekonomi terus bertumpu pada pusat kota yang sudah padat.
“Kita ingin kawasan penyangga tidak hanya menjadi tempat masyarakat tidur setelah bekerja di kota utama, tetapi berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang produktif dan terhubung melalui transportasi publik yang kuat,” ujar Tohom.
MARTABAT Prabowo-Gibran berharap KAI terus memperluas kapasitas, meningkatkan kualitas layanan, memperkuat integrasi antarmoda, serta menyesuaikan pengembangan jaringan dengan pertumbuhan kawasan aglomerasi.