Di kawasan Jabodetabek, Commuter Line mencatat 176.575.981 pelanggan sepanjang Semester I 2026.
Commuter Line Basoetta menuju Bandara Soekarno-Hatta juga melayani 1.197.413 pelanggan atau tumbuh 12,71 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga:
KEK Kura Kura Bali Buka Pasar Global bagi IKM, MARTABAT Prabowo-Gibran: Model Pemberdayaan yang Perlu Diperluas
Menurut Tohom, besarnya penggunaan Commuter Line Jabodetabek dapat menjadi gambaran mengenai peran transportasi berbasis rel ketika sebuah kawasan telah berkembang menjadi satu kesatuan aktivitas metropolitan.
“Pengalaman Jabodetabek perlu menjadi pelajaran bagi kawasan aglomerasi lain bahwa transportasi publik harus disiapkan lebih awal sebelum pertumbuhan kendaraan dan permukiman membuat persoalan mobilitas semakin mahal untuk diselesaikan,” ujarnya.
Di Banten, Commuter Line Merak melayani 2.414.115 pelanggan pada Semester I 2026, sedangkan Kereta Petani Pedagang dimanfaatkan 26.074 pelanggan untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga:
Transportasi Publik Rp8 Saat HUT RI, MARTABAT Prabowo-Gibran: Bisa Jadi Model Kolaborasi Jabodetabekjur
Tohom menilai layanan bagi petani dan pedagang menunjukkan bahwa transportasi kereta api juga dapat memiliki dimensi ekonomi kerakyatan yang kuat.
Menurutnya, konektivitas publik yang baik dapat memperluas akses masyarakat terhadap pasar sekaligus menekan biaya mobilitas dalam kegiatan ekonomi sehari-hari.
Di Sumatra Barat, Minangkabau Ekspres dan KA Lembah Anai turut memperkuat konektivitas masyarakat menuju Bandara Internasional Minangkabau.