Pemerintah menggunakan asumsi ICP sebesar US$75 per barel pada 2027 atau lebih rendah dibandingkan harga minyak saat ini yang berada pada kisaran US$83 per barel.
"Belum, itu kan pasti karena subsidi harga BBM-nya turun," kata Purbaya kepada awak media seusai konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Jalin Kerja Sama dengan Dukcapil Perkuat Ketepatan Penyaluran Subsidi Energi
Ia menjelaskan penurunan asumsi harga minyak akan secara otomatis memengaruhi kebutuhan anggaran subsidi pemerintah meskipun volume konsumsi mengalami kenaikan.
"Asumsi BBM-nya turun tahun depan berapa? US$75 per barel," ujar Purbaya.
Perbedaan antara asumsi ICP 2027 dan harga minyak saat ini dinilai memberikan ruang bagi pemerintah untuk menekan kebutuhan subsidi BBM.
Baca Juga:
Bahlil Lantik Komite BPH Migas: Perkuat Pengendalian Penyaluran Subsidi BBM
"Kan sekarang US$83," kata Purbaya.
Menurutnya, penurunan harga tersebut dapat membuat kebutuhan subsidi tetap bergerak turun meskipun volume BBM mengalami sedikit peningkatan.
"Jadi itu otomatis kalau volumenya naik sedikit pun, kalau harganya turun segitu, subsidinya cenderung turun," jelas Purbaya.