Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di G20, Indonesia mencatatkan kinerja pertumbuhan yang cukup tinggi, hanya kalah dari India yang diperkirakan tumbuh mendekati 7%.
Sementara itu, proyeksi untuk China, Rusia, dan Turki masing-masing berada di angka 4,9%, 3,9%, dan 3,5% pada 2024.
Baca Juga:
Penanganan Bencana Jadi Prioritas, Pemerintah Anggarkan Hingga Rp 60 Triliun di APBN 2026
Tantangan Ekonomi Domestik
Inflasi utama di Indonesia diproyeksikan berada di kisaran 2,3% pada 2024 dan tetap stabil hingga 2026, sesuai dengan target bank sentral (1,5-3,5%).
Meski begitu, defisit neraca berjalan diperkirakan melebar akibat penurunan permintaan global terhadap komoditas, yang berpotensi menurunkan pendapatan fiskal.
Baca Juga:
Per Juni 2025 Utang RI Tembus Rp9.138 Triliun, Purbaya Angkat Suara
Di paruh pertama 2024, konsumsi pemerintah meningkat tajam, terutama karena lonjakan subsidi menjelang pemilu.
Investasi menunjukkan pertumbuhan moderat, namun mulai menguat dalam beberapa bulan terakhir. Ekspor dan impor tumbuh pesat, sementara indikator pariwisata mendekati level tertinggi pra-pandemi.
Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,8% pada kuartal pertama 2024, lebih baik dibandingkan rata-rata sebelum pandemi.