Dalam surat tersebut, Trump juga menyatakan bahwa ia tidak lagi merasa wajib memikirkan semata-mata tentang perdamaian dalam kebijakan global Amerika Serikat.
Pernyataan itu semakin memicu kontroversi karena Trump turut menyinggung Hadiah Nobel Perdamaian yang tidak pernah ia terima, meskipun penghargaan tersebut ditentukan oleh Komite Nobel independen dan bukan oleh pemerintah Norwegia.
Baca Juga:
Ditanya Reporter Wanita, Trump Ngamuk dan Sebut Jurnalis “Bodoh”
Reaksi keras datang dari sejumlah politisi Partai Demokrat yang menilai sikap Trump telah melampaui batas kewajaran seorang kepala negara.
“Presiden Amerika Serikat sangat sakit mentalnya dan ini membahayakan hidup kita semua, Amandemen ke-25 ada untuk alasan—kita harus segera memberlakukannya,” tulis Wakil Rakyat Yassamin Ansari melalui platform X.
Seruan tersebut kemudian diperkuat oleh politisi Demokrat lainnya yang menilai kepemimpinan Trump semakin tidak terkendali.
Baca Juga:
Amerika Serikat Siapkan Intervensi Jika Hamas Ingkar Janji Perlucutan Senjata
“Donald Trump tidak layak memimpin dan jelas di luar kendali, terapkan Amandemen ke-25,” kata Wakil Sydney Kamlager-Dove.
Desakan serupa juga datang dari Senat, meski tanpa uraian panjang mengenai dasar hukumnya.
“Terapkan Amandemen ke-25,” ujar Senator Ed Markey.