WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kesepakatan damai Donald Trump dengan Iran justru memicu gelombang kritik karena dinilai menjadi tanda mundurnya pengaruh Amerika Serikat di Timur Tengah.
Nota kesepahaman atau MoU damai yang diteken Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Iran di Istana Versailles, Prancis, disebut sebagai kemunduran besar bagi posisi geopolitik Washington.
Baca Juga:
Minta Cek Rekam Jejak, KPK Sentil Parpol Usai Nur Alam Gabung PSI,
Langkah diplomatik itu dinilai menjadi simbol bahwa Amerika Serikat gagal mencapai target utamanya di Timur Tengah meski sebelumnya telah melancarkan operasi militer besar-besaran sejak tahun lalu.
Draf dokumen berisi 14 klausul perdamaian tersebut memperlihatkan banyak garis merah atau red lines yang sebelumnya ditetapkan Washington kini tidak lagi dipertahankan.
Jika dibandingkan dengan dokumen negosiasi ketat yang diajukan Amerika Serikat pada tahun 2025 sebelum mengebom fasilitas nuklir Teheran, posisi Trump dalam kesepakatan terbaru ini dinilai jauh lebih lunak.
Baca Juga:
Frans Antoni Diduga Bawa Uang Narkoba ke Thailand 168 Kali, Nilainya Minimal Rp1 Miliar Sekali Jalan
Trump disebut terpaksa mundur secara diplomatis karena sejumlah tuntutan lama Amerika Serikat terhadap Iran tidak lagi masuk secara tegas dalam naskah kesepakatan.
"Hanya orang dengan pengabaian sejarah yang sejajar seperti Donald Trump yang mau menandatangani perjanjian damai Amerika dengan Iran di Versailles, tempat yang menjadi sinonim bagi penghinaan nasional," tulis Editor Diplomasi Patrick Wintour.
Analisis itu menyoroti ironi lokasi penandatanganan karena Versailles selama ini kerap dikaitkan dengan simbol kekalahan dan penghinaan dalam sejarah diplomasi dunia.