“Ini tidak pernah dimaksudkan menjadi pertarungan yang adil, dan memang bukan pertarungan yang adil,” ujar Hegseth.
Ia bahkan menggambarkan strategi militer tersebut sebagai serangan terhadap lawan yang sudah berada dalam kondisi lemah.
Baca Juga:
Fakta Sejarah yang Jarang Diketahui: Babi Pernah Mendominasi Meja Makan Orang Arab
“Kami memukul mereka saat mereka sudah terjatuh, dan memang begitulah seharusnya.”
Ucapan tersebut memicu kecaman keras dari pemerintah Iran yang menilai pernyataan itu sebagai pengakuan terbuka atas praktik kejahatan perang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menuding pernyataan Menteri Pertahanan AS menunjukkan mentalitas agresif yang berbahaya.
Baca Juga:
Prabowo Terima Menlu Türkiye Hakan Fidan di Hambalang, Bahas Palestina hingga Stabilitas Timur Tengah
“Hanya mentalitas NAZI yang dapat dengan dingin melepaskan kematian dan kehancuran terhadap bangsa lain hanya untuk ‘memuaskan keinginan’ atasannya,” tulis Baghaei.
Pernyataan itu disampaikan Baghaei melalui unggahan di platform X pada Rabu (4/3/2026) saat menanggapi komentar pejabat Amerika Serikat.
Nada keras Washington tidak berhenti di sana karena Gedung Putih juga menyampaikan pernyataan yang sejalan dengan sikap Pentagon.