Menanggapi laporan tersebut, pihak Gedung Putih menyatakan bahwa insiden itu sedang diteliti oleh Pentagon.
“Saya menegaskan kembali bahwa Departemen Perang dan angkatan bersenjata Amerika Serikat tidak menargetkan warga sipil,” ujar Leavitt.
Baca Juga:
Kedubes AS di Riyadh Diserang Drone, Trump Ancam Balasan Cepat
Dalam pengarahan yang dilakukan pada Rabu (4/3/2026), Pentagon juga mempresentasikan peta operasi militer yang menggambarkan serangan udara Amerika Serikat selama 100 jam pertama ofensif di Iran.
Grafik tersebut menunjukkan bahwa dua serangan udara terjadi di atau dekat wilayah Minab.
Perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini telah berkembang menjadi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga:
Iran Terus Gempur Israel dan Aset Amerika, Kedubes AS Tak Sanggup Evakuasi Warganya
Sejak konflik pecah, Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei bersama sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Serangan juga menyasar kapal-kapal Iran serta berbagai instalasi militer di beberapa wilayah strategis.
Di sisi lain, Iran dituduh melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah target sipil di kawasan Teluk.