Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan dominasi udara Amerika Serikat di Iran segera tercapai dalam waktu dekat.
“Dalam beberapa jam ke depan, kami akan mencapai dominasi di langit, yang berarti militer Amerika Serikat akan menghujani Iran dengan rudal dan senjata untuk menghantam target-target spesifik yang telah diidentifikasi sebagai sangat penting untuk dilumpuhkan oleh Departemen Perang.”
Baca Juga:
Kedubes AS di Riyadh Diserang Drone, Trump Ancam Balasan Cepat
Sementara itu, pemerintah Iran juga menuduh serangan udara Amerika Serikat dan Israel telah mengenai sejumlah target sipil di berbagai wilayah negara tersebut.
Menurut Teheran, beberapa serangan disebut menghantam fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, hingga pasar.
Baghaei memaparkan bahwa sejumlah lokasi sipil yang diserang meliputi gedung perumahan, pusat layanan medis, hingga pasar jalanan.
Baca Juga:
Iran Terus Gempur Israel dan Aset Amerika, Kedubes AS Tak Sanggup Evakuasi Warganya
Salah satu insiden paling mematikan terjadi pada awal kampanye militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai pada 28 Februari.
Serangan udara dilaporkan menghantam sebuah sekolah perempuan di kota Minab di Iran selatan.
Insiden tersebut menurut pemerintah Iran menewaskan sedikitnya 165 orang.