Langkah ini berdampak langsung pada lonjakan harga minyak global dan tekanan terhadap ekonomi dunia.
“Mereka memahami signifikansi perang energi dan menyandera Selat Hormuz sebagai ancaman, mereka memainkan kartu yang lemah dengan sangat baik,” tambah Younger.
Baca Juga:
Semarakkan Gebyar HUT RI ke-81, Kelurahan Kuta Gambir Berkolaborasi dengan Karang taruna
Di luar strategi geopolitik, Iran juga dinilai unggul dalam pengelolaan kekuatan militernya.
Sejak awal, Iran telah memecah struktur komando dan distribusi kekuatan ke unit-unit kecil.
Pendekatan ini membuat militer Iran tetap mampu bertahan meskipun menghadapi serangan udara besar-besaran.
Baca Juga:
VOPUTSI Juara 1 Turnamen Volly HIPPTIS CUP ll
Ketahanan tersebut membuat operasi militer Amerika Serikat tidak berjalan sesuai rencana awal.
Menurut Younger, kondisi ini menciptakan skala konflik yang jauh lebih besar dari perkiraan Pentagon.
Laporan terbaru bahkan menyebutkan Amerika Serikat tengah mempertimbangkan pengiriman pasukan darat tambahan ke wilayah konflik.